Sektor Pertambangan Melesat Imbas Badai Australia

Badai Cyclon yang menghantam wilayah Queensland, Australia pada Selasa (28/3/2017) pekan lalu berimbas terhadap turunnya pasokan batu bara dari negeri kanguru tersebut.

Penurunan pasokan batu bara ini membuat harga komoditas itu menjadi lebih mahal. Kenaikan harga batu bara ini pada akhirnya berdampak terhadap penguatan indeks sektor pertambangan di Bursa Efek Indonesia pada perdagangan hari ini, Selasa (4/4/2017).

“Penguatan dari indeks sektoral pertambangan signifikan, karena memang ada kenaikan harga batu bara akibat menurunnya pasokan dari Australia karena badai,” kata Direktur Investa Saran Mandiri Hans Kwee kepada Kompas.com, Selasa.

Mengutip Reuters, Selasa, akibat badai tersebut ekspor batu bara terkendala. Jalur rel kereta api dari areal tambang ke Queensland rusak.

Diperkirakan sebanyak 12-15 juta ton (3-4 persen suplai global) coking coal tidak dapat diangkut. Perbaikan ditaksir membutuhkan waktu tiga pekan. Harga batu bara coking coal bisa naik dari saat ini 159 dollar AS per ton.

Di bursa Indonesia, pada perdagangan hari ini, indeks sektor pertambangan lari paling kencang dengan kenaikan 3,59 persen.

Menyusul sektor pertambangan, ada sektor perdagangan yang naik 1,56 persen, sektor industri dasar naik 1,31 persen, dan sektor infrastruktur yang naik 1,11 persen.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pun ditutup menguat 45,03 poin (0,80 persen) ke level 5.651,82. Ini menjadi rekor baru di Bursa Efek Indonesia.

sumber: http://bisniskeuangan.kompas.com/read/2017/04/04/184500626/sektor.pertambangan.melesat.imbas.badai.australia